Kategori
Liga Indonesia

Persib Bandung Kini Diperkuat Bassim Rashid, Pemain Asal Palestina

Klub Persib Bandung kini resmi memboyong gelandang asal Palestina, Bassim Rashid. Pemain yang diperkenalkan pada Kamis, 17 Juni kemarin itu masih berusia 26 tahun, cukup ideal untuk pemain asing di Indonesia. 

Bassim Rashid Rashid sendiri merupakan salah satu pemain Timnas Palestina yang ikut berpartisipasi dalam Kualifikasi Piala Dunia 2022. Tercatat, 13 gol telah berhasil Rashid torehkan selama membela Timnas. 

Rashid ikut bergabung saat Timnas Palestina mengalahkan Timnas Indonesia dalam babak penyisihan grup Asian Games 2018. Ia adalah pemain andalan Timnas Palestina di lini tengah. 

Sementara di level klub, Rashid juga pernah membela klub Arab Saudi Al Jeel. Di negaranya, Rashid membela klub Hilal Al Quds yang bermain di West Bank Premier League.

Harapan Untuk Perbaiki Performa Persib 

Peran Bassim Rashid Rashid sangat diharapkan tim untuk mendongkrak performa tim yang sejauh ini masih belum maksimal.

Seperti diketahui, Persib sebelumnya mengharapkan peran Gelandang Afganistan, Farshad Noor namun hasilnya kurang memuaskan. 

Dalam keterangannya kepada media, pelatih Robert Alberts memuji Rashid sebagai pemain yang bagus dan sesuai dengan kebutuhan tim saat ini. 

“Kami sudah melakukan pemantauan terhadap sejumlah pemain. Sebelumnya Farshad bukanlah pemain yang bisa bermain di posisi yang tim butuhkan. Saya pikir Farshad tetaplah pemain yang bagus,” ujar Robert.

Terkait rekomendasi, pihak Persib Bandung mengkonfirmasi bahwa Rashid adalah rekomendasi dari pelatih Roberts sendiri. Ia dikontrak selama satu tahun dengan opsi perpanjangan satu tahun. 

Rashid Saat Ini Masih Berada di Palestina

Rashid sendiri saat ini masih berada di Palestina dan segera bergabung dengan Persib Bandung setelah proses administrasi selesai.

Diketahui bahwa status pemain kelahiran 1995 ini adalah pemain bebas transfer karena sudah tidak lagi membela Al Jeel. 

Namun, pelatih Roberts menjamin bahwa Rashid masih dalam keadaan bugar karena tidak lama nganggur dan liga di klub sebelumnya juga berjalan seperti biasa.

Rashid ditargetkan bisa mengikuti kegiatan pramusim untuk menyambut Liga 1 yang mulai kick of Juli mendatang. 

 

Kategori
Liga Indonesia

Sempat Dilarang FIFA, Ezra Walian Akhirnya Sah Gabung di Timnas Indonesia

Ezra Walian Akhirnya Sah Gabung di Timnas – Setelah mengalami sejumlah kendala, Ezra Walian akhirnya resmi bisa memperkuat Timnas Indonesia. Ezra adalah pemain Timnas Indonesia yang dinaturalisasi dari Belanda sejak tahun 2017 lalu. Namun, FIFA melarang Ezra bermain di level internasional. 

Masalahnya, Ezra yang meniti karir sepak bola dengan bergabung bersama akademi Haarlem hingga Ajax ini pernah dipanggil Timnas Belanda kelompok umur. Namanya bahkan tercatat dalam skuad Timnas Belanda U-15, U-16, dan U-17.  

Ezra sendiri lahir dari pasangan beda negara. Ayahnya, Glenn Walian adalah seorang warga negara Indonesia sementara sang ibu, Linda Bosch adalah warga negara Belanda. 

Meski sudah mengucapkan sumpah setia kepada Republik Indonesia sejak tahun 2017, nama Ezra ternyata masih tercatat di daftar pemain Asosiasi Sepak Bola Kerajaan Belanda (KNVB). Awalnya, KNVB tidak menghapus nama Ezra lantaran pemain berusia 23 tahun itu hanya bermain di SEA Games yang tidak masuk dalam agenda FIFA. 

Saat bermain untuk Kualifikasi Piala AFC U-23 2020, KNVB mengirimkan memorandum terkait status kewarganegaraan Ezra sehingga AFC melarang Ezra untuk ikut bermain membela Timnas Indonesia. 

KNVB memberikan argumen hukum berupa statuta FIFA yang menyatakan bahwa pemain hanya boleh ganti kewarganegaraan satu kali dan tidak bermain di ajang level A negara sebelumnya. 

Ezra sendiri pernah tampil dalam Kualifikasi Piala Eropa U17 2014 yang jelas adalah ajang sepak bola di bawah naungan FIFA. 

PSSI Diminta Menyelesaikan Status Kewarganegaraan Ezra

Sebenarnya, KNVB merestui perubahan status kewarganegaraan Ezra, namun mereka diminta mengurus ke Komite Status Pemain FIFA. Pada 11 Juni lalu, PSSI kembali menegaskan status Ezra di FIFA dengan mengirimkan akta kelahiran dan sejumlah proses administrasi lainnya. 

Beruntung, FIFA merespon dengan cepat dan pada 14 Juni lalu, FIFA merestui Ezra Walian menjadi skuad Tim Nasional Indonesia. 

Kabar baik tersebut direspon positif oleh Ezra yang langsung mengumumkan status kewarganegaraannya di Instagram. 

“Hari ini adalah hari yang baik! FIFA sudah memberikan lampu hijau, asosiasi saya sudah berubah dan akhirnya boleh tampil untuk negara saya lagi,” tulis Ezra di akun Instagram @ezrawalian

Saat Ini Bermain Untuk Persib Bandung

Ezra Walian Persib Bandung

Pada Maret lalu, Ezra mengumumkan bahwa dirinya resmi bergabung dengan klub Persib Bandung dan meninggalkan PSM Makassar. Ezra bisa beradaptasi dengan cepat dan menunjukkan kemampuan terbaiknya dengan mencetak tiga gol di Piala Menpora 2021. 

Ezra mengaku sangat cocok dengan pelatih Robert Rene Alberts yang menurutnya adalah pelatih yang luar biasa. 

Pada saat saya datang, pelatih Robert Alberts sangat luar biasa, dan saya berhasil bermain dengan baik di sini (Persib),” ujar Ezra Walian seperti yang dikutip dari Bolasport.com. 

Kategori
Liga Indonesia

5 Klub Sepak Bola Indonesia Terkaya

5 Klub Sepak Bola Indonesia Terkaya – Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki basis suporter sepakbola terbesar di dunia. Tidak hanya jumlah klubnya yang banyak, namun juga sudah ada beberapa klub yang mendunia.

Datangnya pemain kelas dunia ke Indonesia membuat liga menjadi lebih semarak dan lebih dikenal di dunia internasional.

Sepakbola di Indonesia juga telah menjadi industri yang melibatkan banyak pihak, sehingga olahraga ini tak pernah ada matinya.

Setidaknya ada beberapa klub di Indonesia yang memiliki kekayaan yang besar.

Klub Sepak Bola Indonesia Terkaya

Bali United

Bali United adalah salah satu klub baru yang muncul setelah mengakuisisi Persisam Putra Samarinda.

Bali united sekarang bermarkas di Stadion Kapten I Wayan Dipta dan telah berevolusi menjadi tim terkaya yang ada di Indonesia.

Bali united di huni oleh pemain-pemain berkelas dan total nilai pasar skuatnya sekitar 5,75 juta USD atau setara dengan Rp 78,8 miliar.

Paulo Sergio menjadi pemain asing berlabel bintang yang berada di skuat Bali United sampai sekarang.

Bukan hanya para pemain asingnya yang berkelas, Bali juga dihuni oleh para pemain lokal yang kualitasnya bagus. Hariono adalah gelandang langganan timnas Indonesia yang berhasil diboyong dari Persib Bandung.

Bhayangkara Solo FC

Bhayangkara Solo FC adalah salah satu klub Indonesia yang dihasilkan akibat adanya dualisme di klub Persebaya Surabaya pada rentan waktu 2010 sampai dengan 2016.

Bhayangkara merupakan klub bola yang dimiliki oleh pihak polri dan sekarang tim ini berbasis di kota Solo.

Bhayangkara memiliki nilai skuat yang sangat mahal yaitu sekitar 5,25 juta dolar AS atau setara dengan Rp 71,9 miliar.

Banyak pemain bintang yang berada di skuat bhayangkara fc seperti Ezechiel N’Douassel, Andik Vermansyah dan Hansamu Yama Pranata.

Persija Jakarta

klub sepak bola indonesia terkaya

Persija Jakarta menjadi tim ibukota yang memiliki basis suporter sangat besar dan nama suporter fanatiknya adalah Jak Mania.

Banyak sekali pemain bintang kelas dunia dan kelas nasional yang silih berganti menggunakan jersery persija.

Skuat persija di liga 1 2020 sangatlah baik dan mahal, karena nilai pasarnya diperkirakan mencapai 4,90 juta dolar AS atau setara Rp 67,1 miliar. Marco Motta adalah pemain bintang kelas internasional yang sampai sekarang berseragam Persija Jakarta.

Arema FC

Arema FC adalah salah satu klub legendaris di Indonesia yang telah mencatatkan banyak prestasi di ajang sepakbola Indonesia.

Aremania adalah suporter fanatik yang selalu memenuhi stadion saat arema menjalankan laga kandang.

Pada liga 1 2020, arema merombak skuatnya dengan mendatangkan pelatih baru dan mendatangkan pemain-pemain baru.

Jonathan Bauman menjadi pemain berpengalaman di Liga Indonesia yang berhasil di rekrut. Skuat arema 2020 terbilang mahal, karena nilai pasarnya mencapai 4,38 juta dolar atau setara Rp 60 miliar.

Persikabo 1973

Persikabo 1973 adalah salah satu klub bola profesional yang nama asalnya adalah Tira Persikabo dan tim ini berbasis di Depok.

Tim ini dimiliki langsung oleh tentara nasional Indonesia atau TNI dan kebanyakan pemainnya telah menjadi seorang tentara.

Pada liga 1 2020, persikabo membuat gebrakan dengan mendatangkan banyak pemain berkelas. Skuat persikabo yang mewah memiliki nilai pasar sekitar 4,35 juta dolar AS atau Rp 59,6 miliar. Manahati Lestusen menjadi pemain timnas yang menjadi kapten di Persikabo.

Itulah bahasan lengkap mengenai klub sepak bola Indonesia terkaya dan semoga semua bahasannya bisa bermanfaat untuk para pembaca.

 

 

Kategori
Liga Indonesia

Sejarah Persib Bandung, Salah Satu Tim Sepakbola Tertua Indonesia

Sejarah Persib Bandung – Persib Bandung adalah klub kebanggaan warga Bandung dan telah menjadi salah satu klub terbesar yang ada di Liga Indonesia. Persib selalu mendatangkan para pemain bintang setiap tahunnya. Kini, persib menjadi klub yang didambakan oleh kebanyakan pemain bola di Indonesia.

Basis suporter persib sangatlah banyak dan berasal dari berbagai kalangan. Suporter persib dikenal dengan sebutan bobotoh yang memiliki loyalitas tinggi dan selalu memenuhi stadion saat persib bertanding.

Meskipun banyak klub baru yang bermunculan di Bandung dan sekitaran Jawa Barat, namun tidak ada yang bisa mengalahkan popularitas dari persib. Pendukung persib bukan berkurang, namun justru bertambah setiap tahunnya.

Tidak hanya soal prestasi dan fanatisme pendukungnya, persib juga menjadi klub bola yang kaya akan sejarah. Dari awal persib berdiri sampai dengan sekarang, tentu banyak cerita menarik yang dihasilkan.

Sejarah Persib Bandung

Menurut Wikipedia, Dulunya kota Bandung memiliki Bandoeng Inlandsche Voetbal Bond atau BIVB di tahun 1923 dan saat itu, BIVB menjadi organisasi perjuangan yang digagas oleh para kaum nasionalis. Ketua umum BIVB saat itu adalah Syamsudin dan perjuangannya diteruskan oleh R. Atot yang merupakan keturunan dari Dewi Sartika.

Setelah BIVB menghilang, maka muncul Persatuan Sepak bola Indonesia Bandung atau PSIB dan National Voetball Bond atau NVB. Lalu kedua klub itu dilebur menjadi satu pada tahun 1933 menjadi Persib dan memilih Anwar St. Pamoentjak sebagai ketua umumnya.

Ada beberapa klub yang ikut bergabung menjadi satu dengan persib seperti MALTA, SIAP, OVU, HBOM, RAN, JON, Merapi, Soenda, Diana, Singgalang dan Matahari. Persib berhasil 3 kali menjadi runner up di era perserikatan yaitu kompetisi perserikatan di Surabaya tahun 1933, Bandung 1934 dan Solo 1936. Momentum juara dimulai saat persib menjadi juara pada kompetisi tahun 1939 di Solo.

Sejarah Persib Setelah Indonesia Merdeka

Indonesia berhasil merdeka pada tahun 1945 dan momen itu membuat banyak perubahan dalam skema sepakbola di Indonesia. Tepat pada tahun 1950 diadakanlah kongres PSSI di Semarang dan kongres juga mengsilkan kompetisi perserikatan.

Pada era perserikatan tersebut, persib hanya bisa menjadi runner up setelah dikalahkan oleh Persebaya Surabaya. Aang Witarsa adalah salah satu pemain bintang persib di era perserikatan 1950 dan menjadi pemain pertama dari persib yang berhasil menembus tim nasional Indonesia, lalu berhasil bermain di Asian Games 1950.

Pada era tahun 1955-1957 nama persib semakin berkibar, karena Aang Witarsa dan Ade Dana berhasil masuk dalam skuat timnas Indonesia yang berlaga di Olimpiade Melbourne pada tahun 1956. Pada ajang itu, Indonesia berhasil menahan imbang Uni Soviet dan memaksakan diadakannya pertandingan ulang. Namun pada pertandingan ulang, timnas harus kalah telak dengan skor 4-0.

Pada kompetisi yang digelar pada tahun 1961, persib berhasil menjadi juara untuk yang kedua kalinya dan berhasil mengalahkan PSM Ujungpandang di partai final. Sosok Ade Dana menjadi salah satu bintang persib yang bersinar pada kompetisi tersebut.

Dengan prestasi yang bagus, akhirnya persib ditunjuk sebagai wakil Indonesia di ajang kejuaraan sepakbola Piala Aga Khan yang dilangsungkan pada 1962 di Pakistan. Kejuaraan dunia tersebut memunculna nama Emen Suwarman sebagai bintang baru di persib.

Setelah momen kejuaraan tersbut, maka prestasi tim persib juga mengalami pasang surut. Pada tahun 1966, persib gagal menjadi juara perserikatan karena dikalahkan oleh PSM di laga final yang diselenggarakan di Jakarta.

Sekian bahasan lengkap mengenai sejarah persib bandung dan semoga semua bahasannya bisa bermanfaat untuk para pembaca.

 

Kategori
Liga Indonesia

5 Pemain Lokal Terbaik Liga Indonesia 1 dekade terakhir

Keseruan Liga Indonesia 1 dekade terakhir selalu menarik. Mulai dari jamannya Indonesia Super League (ISL) hingga Liga 1. Tak sedikit pemain asing yang didatangkan klub lokal untuk memperkuat pasukannya. Sehingga menimbulkan persaingan yang sangat kompetitif dengan pemain lokal demi merebut posisi starting eleven di timnya. Banyak pemain lokal yang bisa menunjukan tajinya dan mencuri perhatian pelatih sehingga menjadi langganan dipanggil Timnas Indonesia. Kali ini operatorberita.com akan merangkum 5 pemain lokal terbaik Liga Indonesia 1 dekade terakhir.

Boaz Solossa

pemain lokal terbaik boaz

Nama yang pertama, tentu saja Boaz Theofilus Erwin Solossa, atau biasa dipanggil Boaz Solossa. Pemain kelahiran Papua Barat, 16 Maret 1986 ini merupakan salah satu pemain sepak bola terbaik Indonesia. Sosok Boaz Solossa dinilai mempunyai naluri tinggi dalam menjebol gawang lawannya, tendangan kaki kiri yang baik, skill dribbling dan akurasi umpan di atas rata-rata.

Karirnya di Persipura Jayapura tidak usah diragukan lagi. Meraih 2 kali gelar juara bersama Persipura di musim 2010-2011 dan 2013, 3 gelar top scorer, dan 2 label pemain terbaik adalah capaian Boaz. Karena itu sangatlah pantas namanya masuk dalam daftar 5 pemain lokal terbaik Liga Indonesia 1 dekade terakhir. Boaz masih bermain hingga saat ini, dan masih terus menjadi andalan.

Otavio Dutra

dutra pemain lokal terbaik

Otavio Dutra pemain kelahiran Brasil, 28 Februari 1983 ini merupakan bek andalan klub-klub elite Liga Indonesia. 10 tahun berkarir di Indonesia, sudah banyak klub yang dibelanya. Mulai dari Persebaya 1927, Persipura Jayapura, Gresik United, Bhayangkara, Persebaya Surabaya, dan saat ini membela Persija Jakarta. Pada September tahun lalu, Otavio Dutra menjalani proses naturalisasi sebagai Warga Negara Indonesia.

Berpostur tinggi 190 cm, Dutra sangat ahli dalam duel udara. Walaupun bermain sebagai bek, pemain yang satu ini terbilang rajin mencetak gol. Sejauh ini Dutra sudah meraih 2 gelar, yakni gelar Liga Super Indonesia 2013 bersama Persipura Jayapura, dan Liga 1 2017 saat membela Bhayangkara. Hal ini lah yang menjadi acuan kami memasukan nama Otavio Dutra menjadi pemain lokal terbaik Liga Indonesia 1 dekade terakhir.

Firman Utina

firman utina

Firman Utina adalah pesepakbola Indonesia yang bermain di posisi gelandang tengah. Firman Lahir di Manado, Sulawesi Utara, 15 Desember 1981. Sebagai gelandang tengah, Firman dikenal mempunyai daya jelajah dan akselerasi yang tinggi. Dan merupakan sosok yang tak tergantikan dalam beberapa tahun terakhir. Tak jarang Firman Utina mendapatkan predikat sebagai pemain terbaik.

Firman Utina berhasil membawa Persib Bandung menjadi juara di ajang Liga Super Indonesia 2014, dan Piala Presiden 2015. Juara Liga 1 2017 bersama Bhayangkara. Untuk gelar individu, pemain ini mendapatkannya di ajang Copa Dji Sam Soe 2005, dan Piala Suzuki AFF 2010. Karena itu lah sangat layak Firman Utina masuk daftar 5 pemain lokal terbaik Liga Indonesia 1 dekade terakhir.

Alberto Goncalves

goncalves

Alberto Goncalves da Costa, biasa dipanggil Beto. Merupakan striker asal Brasil, lahir 31 Desember 1980. Sudah berkarir di Indonesia sejak tahun 2007, membela Persipura Jayapura. Beto resmi menjadi Warga Negara Indonesia pada Februari 2018. Pemain ini membela Timnas Indonesia di ajang Piala AFF 2018 dan Kualifikasi Piala Dunia 2022, 11 gol sudah dikemas pemain ini dari 15 penampilannya saat membela Timnas Indonesia.

Sebagai seorang striker, pemain ini menjadi satu-satunya yang berhasil mencetak dua digit gol sejak 2011. 25 Gol dilesakan saat membela Persipura 2011-2012, berhasil mengunci gelar top scorer ISL. 14 Gol dicetak untuk Arema di tahun 2013, dan 12 Gol di tahun 2014. Bersama Sriwijaya mencetak 22 gol di tahun 2017, 11 gol di tahun 2018. Kemudain 18 Gol saat membela Madura United musim lalu. Dan terakhir, 4 gol bersama Persijap Jepara pada 2010-2011, total sudah menorehkan 106 gol sepanjang karirnya di 2010-2019. Maka layak lah Beto menjadi salah satu pemain lokal terbaik Liga Indonesia 1 dekade terakhir.

Hamka Hamzah

hamka

Tentu tidak mungkin kita melupakan Hamka Hamzah untuk urusan pemain lokal terbaik. Bek kelahiran Sulawesi Selatan, 29 Januari 1984 ini selalu menjadi andalan Timnas Indonesia dan klub-klub elite Liga Indonesia yang pernah dibelanya. Antara lain PSM, Arema Cronus, Persebaya, Persija, Persisam, sampai Persipura. Hamka Hamzah juga sering ditunjuk menjadi kapten tim di klub yang di belanya.

Sosok Hamka Hamzah dinilai mempunyai jiwa petarung dan selalu tampil konsisten, hal ini lah yang membuat dia disegani oleh striker lawan. Bukan hanya jago menjaga pertahanan, pemain ini juga rajin mencetak gol bagi timnya. Hamka Hamzah berhasil membawa Persipura menjadi juara ISL 2010-2011.