Kategori
Liga Indonesia

Sejarah Persib Bandung, Salah Satu Tim Sepakbola Tertua Indonesia

Sejarah Persib Bandung – Persib Bandung adalah klub kebanggaan warga Bandung dan telah menjadi salah satu klub terbesar yang ada di Liga Indonesia. Persib selalu mendatangkan para pemain bintang setiap tahunnya. Kini, persib menjadi klub yang didambakan oleh kebanyakan pemain bola di Indonesia.

Basis suporter persib sangatlah banyak dan berasal dari berbagai kalangan. Suporter persib dikenal dengan sebutan bobotoh yang memiliki loyalitas tinggi dan selalu memenuhi stadion saat persib bertanding.

Meskipun banyak klub baru yang bermunculan di Bandung dan sekitaran Jawa Barat, namun tidak ada yang bisa mengalahkan popularitas dari persib. Pendukung persib bukan berkurang, namun justru bertambah setiap tahunnya.

Tidak hanya soal prestasi dan fanatisme pendukungnya, persib juga menjadi klub bola yang kaya akan sejarah. Dari awal persib berdiri sampai dengan sekarang, tentu banyak cerita menarik yang dihasilkan.

Sejarah Persib Bandung

Menurut Wikipedia, Dulunya kota Bandung memiliki Bandoeng Inlandsche Voetbal Bond atau BIVB di tahun 1923 dan saat itu, BIVB menjadi organisasi perjuangan yang digagas oleh para kaum nasionalis. Ketua umum BIVB saat itu adalah Syamsudin dan perjuangannya diteruskan oleh R. Atot yang merupakan keturunan dari Dewi Sartika.

Setelah BIVB menghilang, maka muncul Persatuan Sepak bola Indonesia Bandung atau PSIB dan National Voetball Bond atau NVB. Lalu kedua klub itu dilebur menjadi satu pada tahun 1933 menjadi Persib dan memilih Anwar St. Pamoentjak sebagai ketua umumnya.

Ada beberapa klub yang ikut bergabung menjadi satu dengan persib seperti MALTA, SIAP, OVU, HBOM, RAN, JON, Merapi, Soenda, Diana, Singgalang dan Matahari. Persib berhasil 3 kali menjadi runner up di era perserikatan yaitu kompetisi perserikatan di Surabaya tahun 1933, Bandung 1934 dan Solo 1936. Momentum juara dimulai saat persib menjadi juara pada kompetisi tahun 1939 di Solo.

Sejarah Persib Setelah Indonesia Merdeka

Indonesia berhasil merdeka pada tahun 1945 dan momen itu membuat banyak perubahan dalam skema sepakbola di Indonesia. Tepat pada tahun 1950 diadakanlah kongres PSSI di Semarang dan kongres juga mengsilkan kompetisi perserikatan.

Pada era perserikatan tersebut, persib hanya bisa menjadi runner up setelah dikalahkan oleh Persebaya Surabaya. Aang Witarsa adalah salah satu pemain bintang persib di era perserikatan 1950 dan menjadi pemain pertama dari persib yang berhasil menembus tim nasional Indonesia, lalu berhasil bermain di Asian Games 1950.

Pada era tahun 1955-1957 nama persib semakin berkibar, karena Aang Witarsa dan Ade Dana berhasil masuk dalam skuat timnas Indonesia yang berlaga di Olimpiade Melbourne pada tahun 1956. Pada ajang itu, Indonesia berhasil menahan imbang Uni Soviet dan memaksakan diadakannya pertandingan ulang. Namun pada pertandingan ulang, timnas harus kalah telak dengan skor 4-0.

Pada kompetisi yang digelar pada tahun 1961, persib berhasil menjadi juara untuk yang kedua kalinya dan berhasil mengalahkan PSM Ujungpandang di partai final. Sosok Ade Dana menjadi salah satu bintang persib yang bersinar pada kompetisi tersebut.

Dengan prestasi yang bagus, akhirnya persib ditunjuk sebagai wakil Indonesia di ajang kejuaraan sepakbola Piala Aga Khan yang dilangsungkan pada 1962 di Pakistan. Kejuaraan dunia tersebut memunculna nama Emen Suwarman sebagai bintang baru di persib.

Setelah momen kejuaraan tersbut, maka prestasi tim persib juga mengalami pasang surut. Pada tahun 1966, persib gagal menjadi juara perserikatan karena dikalahkan oleh PSM di laga final yang diselenggarakan di Jakarta.

Sekian bahasan lengkap mengenai sejarah persib bandung dan semoga semua bahasannya bisa bermanfaat untuk para pembaca.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *